Fenomena alam merupakan kejadian alam yang terjadi tanpa campur tangan
manusia atau disebut juga fenomena non-artifisial dalam pandangan fisika.
Banyak kejadian alam baik yang sering maupun yang jarang terjadi telah disaksikan
pada tahun 2012. Fenomena alam seperti hujan atau gempa bumi sudah lumrah bagi
kebanyakan orang. Namun, ada beberapa kejadian alam yang jarang terjadi dan
merupakan fenomena yang menakjubkan jika disaksikan. Fenomena-fenoma itu
seperti gerhana matahari yang terjadi pada tanggal 20 Mei, gerhana bulan
sebagian atau yang disebut supermoon dan
terjadi pada tanggal 4 Juni, serta gerhana matahari total pada 14 November. Setelah
itu, 2 minggu kemudian tepatnya pada tanggal 28 November terjadi pula gerhana
bulan penumbra.
Berita tentang
fenomena-fenomena tersebut tak lebih
membuming dari berita suatu fenomena alam yang dikabarkan akan melenyapkan
dunia. Isu ini telah beredar ditelinga masyarakat sejak awal tahun 2012 hingga
saat ini. Isu tersebut yaitu berita mengenai gejala alam berupa ledakan matahari
yang sangat hebat atau biasa disebut badai matahari. Pemberitaan yang beredarpun ikut berkembang. Kejadian
yang diprediksikan akan terjadi pada bulan Desember di tahun 2012 ini sering
dikaitkan dengan istilah ‘kiamat’. Terdapat
beberapa prediksi yang berkembang melalui media yaitu kiamat akan terjadi pada
tanggal 12 Desember, ada pula yang memprediksikan pada tanggal 20 Desember.
Selain itu ada pula yang mengatakan kejadian itu akan terjadi pada tanggal 23
Desember.
Ketika
muncul prediksi tentang badai matahari yang akan terjadi pada akhir tahun,
sebagian besar paradigma masyarakat seakan-akan terarah pada tanggal yang telah
diprediksikan tersebut. Bahkan, film 2012 pun seakan dijadikan sebagai gambaran terjadinya badai matahari atau yang
mereka sebut sebagai kiamat. Masyarakat seharusnya tidak perlu berlebihan dalam
menanggapi isu badai matahari tersebut. Proses terjadinya badai matahari
bukanlah seperti peristiwa ‘kiamat’ yang digambarkan dalam film 2012 dan disutradarai oleh Roland Emmerich.
Istilah kiamat dalam film ini digunakan untuk lebih menarik perhatian khalayak.
Sebenarnya, peristiwa yang terjadi dalam film ini seperti gempabumi, tsunami,
dan runtuhnya lempeng bumi hanya bertujuan untuk menghibur penonton karena
kejadian tersebut tidak pernah terjadi dikehidupan nyata. Sebenarnya, badai
matahari merupakan gejala alam yang kerap terjadi di pusat tatasurya dan sering
ditemui di galaksi. Badai ini bermula ketika matahari mengeluarkan sebuah
gelombang elektromaknetik ke luar orbit yang menyerupai ledakan (solar
flare).
Masalah
badai matahari telah diteliti oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
(Lapan). Dari hasil pengamatan mereka, fenomena itu tidak akan langsung
menghancurkan peradaban dunia. Jadi, badai matahari bukanlah pertanda kiamat karena efek langsung dari badai matahari hanya akan
dirasakan oleh alat bertekhnologi tinggi seperti satelit dan komunikasi
radio serta adanya perubahan iklim. Peristiwa badai matahari sebenarnya telah
terjadi berkali-kali dalam sejarah. Badai
matahari yang terjadi pada tahun 2003 dan 2006 merupakan dua dari enam badai
matahari terburuk dalam sejarah versi Sindominews. Sekali lagi, jika badai
matahari adalah kiamat yang dimaksud oleh kebanyakan orang, maka sejak beberapa
tahun lalu bumi ini telah hancur.
Selain beberapa bukti diatas, masih banyak lagi penemuan
yang dapat dijadikan bukti bahwa peristiwa alam yang diprediksikan akan terjadi
di bulan Desember tahun 2012 bukanlah kiamat. Para arkeolog yang menemukan prasati dari sisa peradaban suku maya pun
menegaskan bahwa kiamat pada tahun 2012 cuma isapan jempol saja atau dengan
kata lain hanya isu semata. Hal ini dipertegas kembali oleh NASA yang
menjelaskan bahwa tidak ada gejala alam seperti isu yang sedang membuming
ditahun 2012 ini. Jika ada gejala alam terlebih lagi seperti peristiwa
bertabraknya bumi dengan planet lain hingga mengakibatkan kehancuran dimuka
bumi, maka para ilmuwan bisa meprediksikan hal tersebut dari jauh hari.
Berbicara tentang kiamat, tak ada seorang pun yang bisa
menjawabnya dengan pasti. Oleh karena itu, peristiwa badai matahari tak bisa
serta merta dinilai sama dengan peristiwa kiamat. Terlebih lagi jika tidak ada
data valid yang bisa mendukung. Tak dapat dipungkiri bahwa kiamat bukanlah hal
yang mustahil karena fenomena itu telah tertulis dalam kitab suci semua agama.
Namun, secerdas apapun seseorang, ia tak akan mungkin bisa menentukan tanggal,
bulan, dan tahun berapa kiamat akan terjadi. Karena fenomena itu adalah rahasia
yang tertulis dalam rentetan skenario sang pencipta. Oleh karena itu, sebagai
manusia, kita hanya bisa berusaha dan berdoa agar tetap berada dalam
lindungan-Nya serta tetap berpikir positif.

0 komentar:
Posting Komentar