KIAMAT???



ADAKAH KIAMAT DI TAHUN 2012?

Ketakutan melanda sebagian besar orang saat memasuki tahun 2012. Banyaknya isu buruk yang beredar membuat angka 2012 begitu mencekam dan menakutkan bagi sebagian orang. Ketika mereka ditanya “apa yang anda pikirkan saat mendengar tahun 2012?” dengan spontan mereka menjawab “kiamat”. Bahkan ada sebagian orang yang mempercepat tanggal pernikahannya karena mereka berpikir pada tahun 2012 dunia akan berakhir.
Kiamat, itulah kata yang terlintas di pikiran banyak orang ketika mendengar angka 2012. Bagaimana tidak, sebagian besar isu yang beredar berkisar tentang hal tersebut. Isu-isu itu membahas tentang prediksi fenomena yang akan terjadi di tahun 2012. Mulai dari Flare atau badai matahari, Coronal Mass Ejection (CME) dan masih banyak lagi fenomena yang di prediksikan akan terjadi di tahun ini. Kejadian-kejadian itulah yang disebut banyak orang sebagai kiamat. Jika kita googling, kita bisa mendapatkan ratusan ribu hit yang bisa di klik, dan puluhan ribu postingan video di YouTube yang membahas tentang kiamat 2012. Bukan hanya itu saja, sudah banyak buku-buku yang membahas tentang hal ini dan telah beredar.
Ramalan seakan mensugesti pemikiran. Kita semua pasti kenal seorang peramal fenomenal yang pernah meramalkan kehancuran di tahun 2012. Siapakah dia? Betul sekali, dia adalah mama Lauren.  Sekitar dua tahun yang lalu, dia mengatakan bahwa pada tahun 2012, Indonesia tinggal 60% (tanpa alasan yang jelas). Kemudian, orang-orang menyebut hal itu dengan tanda-tanda kiamat. Dengan beredarnya isu kiamat itu maka para ilmuan lebih antusias lagi dalam membuktikan hal tersebut.
Menurut Pak Bambang S. Tedjasukmana dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), bahwa fenomena yang akan muncul pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasar pada pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di berbagai negara maju yang sudah dilakukan sejak tahun 1960-an dan Indonesia oleh LAPAN telah dilakukan sejak tahun 1975.
Badai Matahari merupakan fenomena yang tererjadi karena Flare atau ledakan besar di atmosfer matahari yang dayanya sekitar 66 juta kali bom Hirosima dan Coronal Mass Ejection(CME) yaitu ledakan yang sangat besar dan menyebabkan loncatan parti=kel berkecepatan 400 km/dt.
Badan Astronomi Dunia melaporkan bahwa pada tahun 1983, NASA mengorbitkan sebuah Satelit yang bernama The Infrared Astronomical Satellite (IRAS), yang bertujuan untuk mendeteksi objek-objek planet yang ada digalaxy kita. Hasilnya, statelit ini menangkap adanya planet baru yaitu NIBIRU atau PLANET X yang akan memasuki Sistem tata surya matahari. Tapi, berita ini disembunyikan oleh NASA karena dua alasan. Pertama, Nasa Mengklaim bahwa kejadian itu akan membuat 2/3 Populasi manusia akan musnah. Kedua, akan ada 2 Versi orbit PLanet X / Planet Nibiru yang Beredar di NASA dan ESA (European Space Agency).
Banyak ramalan yang memprediksikan bahwa dunia akan berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Disebutkan juga pada waktu itu akan muncul gelombang galaksi yang besar-besaran sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka bumi ini. Selain itu, hal lain yang akan terjadi ialah pembalikan titik magnet bumi yang mengakibatkan matahari terbit dari barat dan memicu bencana alam diseluruh dunia. Prediksi inilah yang dijadikan landasan asumsi adanya kiamat di tahun 2012.
Mengapa harus tanggal 21 Desember? Hal ini dikarenakan berakhirnya kalender Maya. Menurut Ma’rufin Sudibyo, “berakhirnya kalender Maya pada 21 Desember 2012 itu lebih disebabkan oleh berakhirnya siklus kalender, yang disebabkan oleh “kehabisan angka”. Sistem Kalender Maya berbasiskan pada bilangan 20 (bi-desimal), berbeda dengan kalender lainnya yang berbasiskan bilangan 10 (desimal). Mengutip tulisannya mbak Avivah Yamani di langitselatan.com, dengan metode penulisan 0.0.0.0.0 dan hobi-nya suku Maya dengan siklus 13 dan 20 serta start kalender Maya ini ekivalen dengan 11 Agustus 3114 BCE, maka posisi 13.0.0.0.0 sebagai angka terbesar dalam kalender Maya ini akan ekivalen dengan 21 Desember 2012. Nah setelah 13.0.0.0.0 ini terlampaui, kalender Maya tidak mengenal angka 13.0.0.0.1 atau yang lebih besar, karena akan kembali ke posisi 0.0.0.0.1 alias angka paling kecil. Inilah yang saya maksud dengan “kehabisan angka” tadi. So, satu hari setelah 21 Des 2012 itu, atau pada 22 Desember 2012, kalender Maya memulai siklus barunya dengan angka 0.0.0.0.1”.
Para ahli sama sekali membantah ramalan-ramalan yang beredar tentang bencana di tahun 2012. Mereka mengatakan bahwa ramalan itu tidak ada dasarnya. Kata Stephen Houston, profesor antropologi di Brown University, yang juga ahli tulisan hieroglif Maya. “Penggambaran bangsa maya tidak pernah menyebut2 hal ini.” katanya. Jadi, pengulangan kalender bangsa Maya ke tanggal 1 lagi, tidak akan disertai bencana. kapan hari kiamat itu terjadi, hanyalah Tuhan yang tahu.
Ramalan kuno cenderung lebih dipercaya dibanding pemikiran logis. Faktanya, orang-orang cenderung lebih percaya dengan persepsi-persepsi yang sama sekali tidak ada landasannya. Marilah kita mencoba berpikir secara logis tentang “adakah kiamat di tahun 2012?”. 










Berbicara tentang kiamat, tak ada seorang pun yang bisa menjawabnya dengan pasti. Dalam hal ini, kiamat bukanlah hal yang mustahil karena hal itu telah tertulis dalam kitab suci dari semua agama. Namun, secerdas apapun sesorang, ia tak akan mungkin bisa menentukan tanggal, bulan, dan tahun berapa kiamat akan terjadi. Sekali lagi, semua itu hanyalah Tuhan yang tahu.
Bertolak dari keadaan alam sekarang ini, kita bisa sedikit berpikir hal-hal apa saja yang akan terjadi di kemudian hari. Mulai dari exploitasi hutan, penggunaan mercury pada pengexploitasian bahan tambang, pengeboman ikan laut, dan masih banyak lagi. Hal ini dapat merusak lingkungan sehingga dapat pula memicu bencana terhadap lingkungan sekitar. Pencemaran lingkungan pun tak luput dari itu. Pencemaran membuat CO2 mengendap di lapisan ozon sehingga terkadang keadaan cuaca tak dapat lagi di prediksikan. Dampak lain yang ditimbulkan yaitu global warming. Pemanasan global dapat mengakibatkan pula kebakaran hutan. Menurut penelitian, pencemaran khususnya gas (CO2) dapat berpindah dari negara-kenegara hanya dalam hitungan hari yang berbentuk awan coklat. Beberapa fakta ini dapat menjadi alasan logis kita atas perkiraan fenomena-fenoma yang akan terjadi di masa yang akan datang. 
Perubahan bisa saja terjadi. Secanggih apapun alat yang digunakan untuk meneliti sign tentang bencana-bencana yang akan terjadi, prediksi itu bisa saja berubah. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan. Memang kiamat tak bisa dimajukan atau bahkan dimundurkan waktu kejadiannya. Namun apa salahnya jika kita mencoba memperbaiki keadaan alam kita saat ini agar bisa mencegah bencana di kemudian hari. Tindakan yang harus kita lakukan sekarang yaitu satukan langkah untuk menuju perubahan yang lebih baik. Mulai dari perbaikan niat kita hingga pemeliharaan dan perbaikan alam yang telah dirusak oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Terakhir, berdoalah karena sekuat apapun kita berusaha jika tanpa dibarengi dengan doa, semuanya hanya akan sia-sia.

0 komentar:

Posting Komentar

coretan tak selamanya adalah kesalahan,,, kerena terkadangan hal itu adalah goresan awal dari kesuksesan (N3A)
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Nurtria's Blog |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.