Ayooo Siapa yang Tau???



            Tiga serangkai, itulah julukan yang diberikan oleh seorang teman untuk saya, Dina, dan Anita. Yah, mungkin karena kita bertiga adalah teman, eh bukan, lebih dekat lagi dari itu. Bagusnya dibilang saudara saja soalnya dekaaaaaaatttt sekali, hehe…
            Hari ini termasuk salah satu hari yang bersejarah bagi tiga serangkai. Mungkin tanggal 8 november bisa diusulkan sebagai hari bingung nasional kali’ yaaa? Bagaimana tidak? Kita bertiga keliling prodi (baca: program studi) sore hari Cuma karena dua benda “KUNCI & SWEATER”. Yups, tepatnya kunci motor dan sweater milik anita,,,*it’s OK, it is jogging in the afternoon* Kebingungan mencari kunci itu dimulai beberapa saat setelah berakhirnya mata kuliah kedua (Translation II). Dia sadar kalau benda-benda itu tidak ada ditangannya. Kemudian dia mengingat-ngingat kembali kemana saja dia sebelum masuk kelas tadi. “oooh mungkin tatinggal di FKIP 25 stow”, kata anita. Saya juga berpikir hal yang sama karena setiap kamis pagi kelas A masuk dikelas itu. Lalu, saya dan anita langsung pergi ke kelas yang berada di sekitar batu besar itu. Terburu-buru??? Tidak, kami hanya berjalan dengan gigi empat *motor kali’*. Sementara itu, dina tetap berada dikelas untuk menemani yuni, vivi dan hera yang sedang menunggu jemputan. Dina akan menyusul kita setelah jemputan hera datang.
            Setelah berjalan sekitar lima menit dari FKIP 10, kita berdua sampai di kelas itu. Upsst, ternyata ada kelas lain yang lagi belajar dikelas itu. Diam-diam kita mengintip kedalam kelas untuk mengecek apakah sweater itu ada atau tidak. Wah, takut ketahuan dosen nih. Ya sudah, kita berdua memutuskan untuk menunggu sampai kelas itu selesai. Wah sore yang indah, duduk-duduk sambil sharing tentang cita-cita di bawah pepohonan yang rindang. Pukul 2.30, belum terlalu sore untuk pulang hehe. Sekitar setangah jam menunggu, tiba-tiba dina datang sambil berkata “mmm ternyata dorang disini baduduk-duduk”. Wah, mata saya dan anita bukannya tertuju pada dina tapi malah fokus pada plastik hitam yang dibawanya. Anita mengira plastik itu isinya kue, eh ternyata rujak. Wawww lebih bagus lagi tuchh,,, ^_^. Makan rujak sepiring bertiga sambil bercanda, mwantap. *seperti orang mengidam hehe,,,*
            Beberapa menit kemudian kelas telah selesai, saya langsung mengajak anita dan dina untuk masuk ke kelas itu. Tapi, dina tidak mau ikut, katanya sih mau jadi anak bawang saja hoho… kita berdua langsung menanyakan pada semua orang yang ada dikelas itu, berharap ada satu diantara mereka yang melihatnya. Hasilnya nihil, tak satupun dari mereka yang melihat sweater dan kunci itu. Kita langsung keluar untuk mengambil tas dan segera pergi ke musholah dengan dina. Dengan harapan yang sama agar dapat menemukan barang-barang itu, kita bertiga menyusuri setiap sudut musholah bahkan tempat berwudhunya. Hasilnya sama saja seperti sebelumnya. Dari musholah, kami berjalan ke kantin yang terletak sekitar 200m dengan tujuan yang sama. Eh dina minta gendong, dia kecapean tuh. Sambil bercanda saya berkata, ayo angkat dia anita, saya di kaki, kamu di kepala heheh…
            Akhirnya sampai juga di kantin. Setelah masuk di pintu kantin, saya langsung bertanya kepada ibu kantin apakah dia menemukan sweater berwarna pink atau tidak. Sedangkan anita langsung masuk kedapur dan menanyakan hal yang sama pada ibu kantin yang satunya. Wah, kita bertiga belum beruntung. Kata ibu kantin, kalau ada yang ketinggalan di tempat ini pasti sudah disimpankan. Karena sudah berputar-putar mengelilingi prodi (baca: program studi), kita bertiga istirahat sebentar di bawah pohon yang terletak di belakang kantin sambil menggeledah ransel anita. Sementara mereka berdua mencari kunci dan sweater itu, saya berinisiatif untuk mengecek kembali di dalam ruangan FKIP 10. Setiap sudut ruangan itu sudah saya telusuri, tapi tidak ditemukan juga. Dengan berlari-lari kecil saya kembali ke tempat tadi. Sebelum sampai ditempat itu, saya melihat anita dengan atribut lengkap (helm dan ransel) mengendarai motornya. “ayo naik”, begitu katanya. Sampai di bawah pohon tempat duduk tadi, dia menjelaskan, ternyata kunci motornya ketinggalan dimotor. Wah amaaaaaaazing, hahaha… tapi, sayangnya sweater yang biasa dia pakai ke kampus belum ditemukan sampai kita bertiga pulang di sore itu pada jam 15:15. Kita bertiga pulang dengan membawa pertanyaan besar,,, siapa ya yang tau dimana sweater itu??? Ayooo siapa yang tau???      

2 komentar:

Unknown mengatakan...

iyooow leee...kalo dapat mhon di kembalikan :(

Unknown mengatakan...

hahay...malu juga. tp mo di apa kalo mmng sa lupa btul eh!

Posting Komentar

coretan tak selamanya adalah kesalahan,,, kerena terkadangan hal itu adalah goresan awal dari kesuksesan (N3A)
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Nurtria's Blog |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.