hiiiiiiiiii readers… :D
kali ini
kita akan membahas tentang dua hal yaitu cinta dan karya tulis ilmiah (KTI).
Eits jangan salah, ini bukan tema lomba penulisan essay, artikel, resensi, atau
bahkan KTI. Tentu saja tidak. Hanya sedikit corat-coret kok. berhubung
belakangan ini lagi sibuk-sibuknya buat KTI baik lomba maupun tugas kampus, ya
sudah luangkan waktu beberapa menit untuk menulis tiga halaman blog…
hitung-hitung refreshing otak.
Selamat
membaca… :D
Ada beberapa
perbedaan dan persamaan antara cinta dan
KTI. Untuk persamaannya, cinta itu bukan KTI karena “cinta itu dirasa bukan
dianalisis”. Kutipan ini terinspirasi dari pendapat teman sekelas saya. Yah kalau dipikir-pikir ada benarnya juga, cinta tak perlu dianalisis
seperti karya tulis ilmiah. Jika dalam KTI harus dikemukakan beberapa alasan
yang menjadi latar belakang, lain halnya dengan cinta. Dia tak perlu alasan
kenapa harus mencintai. Bahkan ketika ditanya pada orang yang sedang jatuh
cinta, “why do you love him/her?” saya
rasa, mereka akan kesulitan menjawabnya. Karena mereka sendiri tak tahu, kapan
dan karena apa cinta itu datang.
Kemudian,
cinta itu tak perlu scope of research
seperti KTI. Jika dalam KTI sang peneliti harus membatasi cakupan permasalahan penelitian,
lain halnya dengan cinta. Seseorang tak akan bisa membatasi cinta karena cinta
itu abstract dan tak dapat diukur. Jika besarnya cinta pun kita tidak tahu,
lantas bagaimana kita dapat menentukan scope
of love?
Sedikit
menyerempet pada materi di salah satu mata kuliah saya yang membahas tentang
cara seseorang meningkatkan ilmu pengetahuannya yaitu dengan cara acquisition
dan learning *tenang dulu, ini masih ada kaitannya dengan cinta kok hehe*. Cinta
itu didapatkan melalui cara acquisition, sedangkan KTI dibuat melalui cara
learning. Sedikit bingung ya? Begini, seperti seorang anak yang meningkatkan
pemahamannya melalui TV secara tidak sadar (unconsciously), begitupun dengan
cinta yang didapatkan secara tidak sadar. Sedangkan KTI sendiri didapatkan
(dipahami) bahkan disusun secara sadar (consciously) sehingga pengembangan ilmu
pengetahuan tantang KTI dapat di kategorikan
dalam learning.
Kemudian,
cinta tak perlu pendapat dari para expert seperti pada bab review of related literature dalam KTI, untuk bisa mendukung
perasaan atau argument seseorang yang
menyatakan “I LOVE U”. Emangnya ada ya, orang yang menyatakan cinta pake
kutipan seperti ini :D
N3A (2013:15) argues, "Special one in
our heart is the one whose name always crossed in our mind every second.
Therefore, because your name and even your shadow always stay in my mind, so
that I should say I LOVE YOU."
Heheh,,, mmm
hehe
Sepertinya
dari tadi kita hanya membahas tentang perbedaan, bagaimana dengan persamaannya?
OK, begini…
Persamaan
cinta dan KTI yaitu sama-sama dijalani secara terarah. Penelitian dijalani
berdasarkan apa yang telah di tulis dalam proposal, cinta pun seharusnya
dijalani secara terarah berdasarkan norma yang ada.
Kemudian,
cinta dan KTI sama-sama memiliki objektif atau tujuan kedepan. Para peneliti
tentu membuat kerangka penelitian untuk proposal dengan tujuan tertentu, begitu
pun dengan cinta. Orang yang memiliki cinta sejati akan memikirkan masa
depannya dengan orang yang dia cintai.
Kemudian,
baik cinta maupun KTI butuh lampiran sebagai bukti *tidak melanggar norma*. Hal
ini dibutuhkan agar cinta tak hanya tinggal teori semata yang selalu diucapkan
tapi tak pernah direalisasikan.
Next, kalau cinta memang DIHARUSKAN masuk dalam penelitian, maka cinta
itu tak perlu formula (baca: rumus) seperti dalam proses analisis data suatu
penelitian kuantitatif. Hal ini disebabkan karena cinta itu kualitatif bukan
kuantitatif yang membutuhkan rumus.
Kemudian, scope of love dibuat sebagai batasan
pada siapa yang kita cintai (tdk mlbhi cinta pada Tuhan). *maaf bukan
mengharamkan poligami/poliandri, hanya tidak suka saja*.
Apa lagi
ya??? Ada ide lain??? Tulis saja dibagian komentar…
Saya rasa,
cukup sekian dari saya untuk kali ini,,,
Thanks for
reading it. Hopefully, it can give you some benefit… ^_^
See ya in Twitter:
@tria_rembaen


2 komentar:
Cinta dan KTI tidak bisa dipisahkan. Karena KTI itu harus disusun sepenuh cinta... biar bisa selesai tepat waktu. :)
nebenerbener, rul. heheh
Posting Komentar