RAHASIA LOMBA & SEPUCUK SURAT DARI NEGERI MIMPI



Long time no greeting you, readers… ^_^
            Dengan melihat foto pembuka tulisan ini, kalian pasti berpikir saya akan bercerita tentang bagaimana kisah mendapatkan piala dan hadiah itu kan??? Tidak. Bukan piala atau hadiah apapun yang akan saya ceritakan disini tetapi makna dari semua itulah yang akan lebih ditekankan di bagian ini.  Sebelum mengikuti lomba ini, saya seperti mendapatkan sepucuk surat dari negeri mimpi yang berisi, “minimal juara 1”. Yah, mimpi itulah yang menjadi cambuk untuk tetap maju. Mungkin terlalu sombong kedengarannya. Tapi tanpa bermaksud sombong, secara tidak langsung, dapatkah kalian merasakan juga motivasi yang lahir dari kalimat itu? Satu hal yang selalu ada dalam benakku adalah berpikir untuk tetap optimis itu penting.
Berbicara masalah kesibukan, tentu semua orang punya kesibukannya masing-masing, begitu juga saya. Dalam kesibukan di akhir study seperti saat ini, masih adakah prestasi yang menciptakan senyum bahagia di bibir orang tua saya? Bukan untuk memamerkan pada orang tua, teman, atau para guru agar dibilang hebat, pintar, atau apalah itu, tapi hanya ingin membuktikan pada mereka bahwa apa yang mereka korbankan untuk saya selama ini tidak sia-sia. Hmmm, itulah pertanyaan dan pernyataan sederhana dipikiran saya. Seperti pada lomba resensi tahun lalu yang saya ikuti di waktu ujian semester, lagi lagi saya tetap optimis. Diantara kesibukan, saya mencoba untuk tetap mengikuti lomba ini. satu yang saya yakin, “man jadda wa jadda alaih”. Ketika kita merasa belum maksimal, biarkan Allah yang membuat semuanya maksimal, yang penting kita tetap bersungguh-sungguh.  Alhamdulillah, semuanya terbayarkan dengan hasil yang sangat memuaskan.
Seperti anak-anak lainnya, saya juga ingin membahagiakan orang tua. Hanya beberapa hal kecil yang bisa saya persembahkan untuk orang tua saya saat ini melalui lomba-lomba kepenulisan. Dengan mejelajahi lomba kepenulisan baik lokal, nasional, dan internasional, anak kecil (kata mama) seperti saya ini berusaha mencari rahmat Tuhan demi senyum orang tua.
Maukah kalian mengetahui satu kunci keberhasilan dalam lomba??? Kuncinya yaitu SIAP MENANG, SIAP KALAH. Ketika kita menang, bersiaplah untuk berbagi. Setinggi apapun tangan kita meraih langit, jangan pernah lupa bahwa kaki kita pernah berpijak di bumi. Seorang penulis terkenal pun, Ippho Santosa, berkata, “hidup itu harus hebat, harus luar biasa, harus dahsyat, yang biasa itu dalam bersikap. Sekali lagi, dalam bersikap”. Tak ada yang perlu di banggakan karena semua itu hanya titipan sementara.
Lantas, bagaimana kalau kalah? Ketika kita kalah, setidaknya kita sudah memenangkan sebuah hadiah berharga yaitu pengalaman. Orang yang sudah siap kalah adalah orang yang bermental juara. Apakah seorang pemenang tidak pernah kalah? TIDAK. Mereka pernah merasakan hal itu berulang kali. Namun, dari situlah mereka belajar untuk menang. Semoga kita semua memiliki mental juara.
Prestasi adalah rangkaian motivasi dan kreasi yang kita tunjukkan melalui aksi. Mari kita sama-sama belajar dari semua ini.
Salam prestasi ^_^

1 komentar:

aria.mangge74 mengatakan...

Amazing.....

Posting Komentar

coretan tak selamanya adalah kesalahan,,, kerena terkadangan hal itu adalah goresan awal dari kesuksesan (N3A)
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Nurtria's Blog |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.