hallo readers...
Pasti kalian sudah tahu bahwa karya tulis non-fiksi ada bermacam-macam mulai dari Karya Tulis Ilmiah (KTI), esai, resensi, dan masih banyak lagi. Kali ini, saya akan
memfokuskan pembahasan pada contoh resensi buku saja (bagi yang minta contoh
resensi film, nanti di postingan selanjutnya yaa ^_^). Sebenarnya,
masalah tentang resensi buku ini telah saya posting beberapa bulan lalu.
Namun, dengan banyaknya pertanyaan tentang resensi buku maka saya pun terdorong
untuk membuatsuatu postingan lagi tentang resensi yang terfokus pada contoh resensi buku. Resensi
ini sempat menjadi resensi terbaik (juara I) dalam lomba penulisan resensi Media
Tadulako pada tahun 2013 lalu. Satu lagi nikmat Tuhan yang saya rasakan melalui
tulisan, alhamdulillah.
Tak bermaksud untuk show
off (pamer) karena ini blog bukan pameran ^_^. Semoga postingan ini bisa
memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman teman-teman sekalian dalam
menulis resensi khususnya resensi buku.
Saya tidak akan bercerita
panjang lebar lagi,,,
Inilah contoh resensi bukunya,
check this out! (note: resensi ini bisa kalian temukan pula di: http://mediatadulako.com/index.php/2012-10-23-17-27-33/kreativitas/225-resensi-buku-10-jurus-terlarang)
10
Jurus Terlarang!
Oleh: Nurtria Rembaen
*Resensator adalah mahasiswa
FKIP, Jurusan Bahasa & Seni, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris
Judul Buku: 10 Jurus Terlarang! Kok Masih Mau Bisnis Cara
Biasa?
Penulis: Ippho Santosa
Penerbit: Alex Media Computindo, Jakarta
Terbit: Mei 2007
Tebal: Xii + 144 halaman
ISBN: 978-979-27-0276-7
Buku “10 Jurus Terlarang! Kok Masih Mau Bisnis Cara
Biasa?” ini adalah buku ke tujuh dari penulis buku-buku mega-bestseller, Ippho Santosa. Buku ini menyuguhkan jurus-jurus luar
biasa, bagaimana memulai bisnis, meraih kesuksesan dalam dunia bisnis, hingga
bangkit dari kegagalan bisnis. Harus kita akui bahwa penulis yang menyandang
predikat pakar otak kanan ini adalah seorang entrepreneur yang kreatif, bukan hanya kreatif dalam menyusun
langkah bisnis yang spektakuler tetapi juga kreatif dalam menarik hati pembaca.
Bagaimana tidak, orang-orang yang pertama kali melihat judul buku ini, pasti
langsung tertarik untuk membacanya.
Semua judul buku Ippho Santosa memang selalu menyimpan
tanda tanya yang besar di benak pembaca hingga mendorong mereka untuk
mengetahui apa isi buku tersebut. Bukan hanya buku “10 Jurus Terlarang! Kok
Masih Mau Bisnis Cara Biasa?”, tetapi juga buku-buku yang lain seperti “13
Wasiat Terlarang”, “7 Keajaiban Rezeki”, “Hanya 2 Menit” dan masih banyak lagi.
Jika ditelaah dari beberapa Judul tersebut bisa dikatakan bahwa Ippho Santosa,
tertarik dengan angka-angka kecil seperti itu untuk menguak hal-hal yang besar.
Masih dengan gaya penulisan Ippho Santosa yang menarik,
seperti pada beberapa buku lainnya, ia mengisi lembaran-lembaran buku “10 Jurus
Terlarang! Kok Masih Mau Bisnis Cara Biasa?” dengan gurauan yang menggelitik,
cerita, kiasan, intuisi, kreativitas, empati, dan motivasi yang semuanya di
bumbui dengan ide-ide yang dapat meningkatkan kemampuan otak kanan. Kesepuluh
nama jurus dalam buku ini pun terbilang unik hingga membuat pembaca lebih penasaran
lagi. Jadi, bukan hanya judul pada sampulnya yang unik namun isinya pun tak
kalah menarik.
Buku ini memang sarat dengan ide-ide brilian sang penulis
yang juga motivator, maka pantaslah jika banyak testimoni dari pembaca yang
mengapresiasi karyanya.“This is a must
read book!”. Itulah testimoni yang diungkapkan oleh Prof. William Johnson,
seorang pakar pemasaran dari Nova Southeastern University, AS. Begitu luar
biasa ide-ide yang dituangkan lewat tulisannya hingga komentar atas kepuasan
pembaca pun datang silih berganti menghampiri creative marketer nomor satu di Indonesia itu. Salah satu komentar
yang di ungkapkan oleh Hermawan kartajaya, seorang Asian Marketer Guru, yaitu ”Jangan sampai pesaing anda membaca buku
ini”.
Dalam buku ini, dibeberkan 10 jurus dahsyat berbisnis
dengan otak kanan yang dapat memotivasi para pembaca. Pada jurus pertama,
penulis membuktikan kebenaran pemikiran orang lateral tentang too bad can be good (terlalu buruk bisa
menjadi baik). Hal ini didukung dengan contoh nyata bagaimana iklan Koran
kompas yang mencapai 900 miliar lebih dalam setahun. Selain itu, ada satu hal
yang menarik dari jurus ini. Jurus ini bisa membuat pembaca merasa bangga
ketika disebut sebagai ‘orang gila‘. Selain itu, dengan kepiawaiannya dalam menulis,
ia pun dapat meyakinkan pembaca bahwa good
is the enemy of great. Selain merelevansikan jurus ini dengan intuisi, jurus
ini juga direlevansikan pula dengan Cashflow
Quadrant ala Robert kiyosaki. Melalui relevansi ini, ia memberikan
pemahaman yang sangat mendalam tentang betapa pentingnya menjadi orang kanan
yang intuitif, kreatif, dan ekstensif.
Dalam jurus ke dua, penulis mengajarkan pada pembaca
bagaimana merancang DNA (Dream ‘N’ Action)
sedini mungkin. Jurus ini akan menuntun pembaca untuk menikmati khayalan, impian,
tangisan, dan ketakutan. Jurus yang sangat memotivasi ini adalah bagian yang
bagus dibaca bagi orang-orang yang memiliki cita-cita namun masih ragu untuk
bertindak dan atau bagi mereka yang ingin mengetahui adanya kekuatan dalam
tangisan dan ketakutan.
Pada jurus selanjutnya dibahas tentang cara jitu
menyiasati kegagalan bisnis dengan secret
of seven
(rahasia
angka tujuh). Penulis
memberikan contoh bagaimana menikmati kegagalan dan bangkit lagi seperti
rollercoaster yang terjun serendah-rendahnya dan naik lagi setinggi mungkin. Jurus
ini dapat memberikan informasi pada pembaca bagaimana mengubah kegagalan
menjadi suatu keberhasilan.
Dalam jurus keempat, ia menguak cara bagaimana menyiasati
penyakit, kelemahan, dan kejanggalan. Jurus yang sarat akan motivasi ini
mengajarkan pembaca cara berdamai dengan badai kehidupan.
Jurus selanjutnya membahas tentang indahnya cinta, kebersamaan,
kesetaraan serta menjelaskan pula bagaimana memanfaatkan lima keajaiban
parallel dalam bisnis.
Jurus keenam membahas tentang gelar dan jabatan. Pada
bagian ini, penulis memberikan beberapa cara ‘gila‘ dalam meraih gelar, memilih
jabatan, menebar kartu nama, hingga cara ‘gila‘ dalam menyapa pelanggan. Tentu
saja, cara-cara tersebut sudah dibuktikan keberhasilannya oleh orang-orang
kanan yang dijadikan contoh dalam jurus (baca: bab) ini.
Jurus ke tujuh, inilah jurus yang di tunggu-tunggu oleh
para pembaca yang memiliki jiwa-jiwa pengusaha. Jurus ini menjelaskan bagaimana
memiliki usaha sendiri serta menjadi pemimpin di dalamnya. Tak hanya sampai
disitu, penulis juga memberikan jurus jitu untuk mengembangkan usaha.
Jurus berikutnya
membeberkan manfaat dari kudeta konsumen serta keugian dari pendaftaran merek. Disini,
penulis memberikan informasi penting tentang nama sebagai identitas pembeda dan
beberapa manfaat lain yang patut diketahui oleh para pembaca.
Dua jurus terakhir tak kalah dahsyat. Dibagian ini,
penulis dapat mencuci otak pembaca agar menjadi manusia yang positif, optimis,
dan lebih percaya diri. Selain itu, jurus ini akan mengungkap satu aspek
penting dalam dunia bisnis yang terkadang terlupakan hanya karena para pebisnis
selalu mengutamakan passion.
Akhirnya, buku ini sangat dianjurkan untuk dibaca, bukan
hanya bagi orang-orang yang memiliki jiwa pengusaha tetapi juga bagi mereka
yang ingin membangkitkan motivasi dalam hidupnya. Buku yang ditulis dengan
bahasa yang ringan ini merupakan karya Ippho Santosa yang paling fundamental,
paling berpengaruh, dan paling langka. Buku pengembangan diri ini merupakan
salah satu bacaan penting karena didalamnya telah dijabarkan bagaimana
membumikan keunggulan-keunggulan khas otak kanan dalam berbagai aspek seperti pengembangan diri, membangun tim, salesmanship, kewirausahaan,
dan spiritualitas.


0 komentar:
Posting Komentar