Salah
satu kata yang dapat menggetarkan hati dan perasaan kita yaitu kematian. Kematian
merupakan suatu hal yang tak dapat terhindarkan karena hal itu pasti akan
terjadi. Sebesar apapun kekuasaan kita, atau sekaya apapun kita di dunia ini,
hal itu tak akan membuat kita hidup untuk selamanya. Mengapa kematian dapat
menggetarkan hati? Hal ini disebabkan karena kita belum siap. Kita hanya
berpikir bagaimana kehidupan kita kedepan bukan bagaimana kehidupan yang kekal
kita kedepan? Kita terlalu terlena dengan keindahan dunia yang selalu
menyilaukan mata. Namun terkadang kita lupa memanfaatkan keindahan dunia untuk
keindahan akhirat.
Kematian
adalah kebutuhan. Terkadang orang berpikir kematian adalah suatu bencana. Namun
pada dasarnya, kematian merupakan jembatan yang dapat mengantarkan kita ke alam
yang abadi. Ketika kita menghembuskan nafas terakhir memang disitulah akhir
kita merasakan kenikamatan dunia seperti berkumpul bersama keluarga dan
sahabat. Namun, satu hal yang kita lupakan yaitu dengan merasakan yang namanya
mati maka kita tidak akan menambah dosa lagi.
Hidup
untuk mati. Kehidupan bagaikan kebun dimana kita bisa menanam apa saja untuk
bekal kita di kehidupan yang abadi. Kita di berikan banyak waktu untuk menikmati
kehidupan dunia sambil mempersiapkan kehidupan akhirat. Namun terkadang kehidupan
dunia seakan menutup mata, telinga, bahkan pikiran kita dari kematian. Kata “mati”
sering menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan. Dipikiran kita hanya ada
pertanyaan apa yang akan kita makan besok? Dimana kita akan kuliah dan kerja? Baju
apa yang akan kita pakai besok? dan lain-lain. Padahal ada satu pertanyaan yang
lupa kita tanyakan pada diri kita yaitu apakah semenit kedepan kita masih
hidup?. Hal itulah yang harus kita renungi bersama.
semakin
jauh kita berjalan maka semakin dekatlah tujuan kita. Mungkin kata ini cocok untuk
menggambarkan waktu kita di dunia. Semakin bertambahnya umur kita, maka semakin
berkuranglah jatah hidup kita itu berarti semakin dekat kematian kita. Kehidupan
selalu mengalir tanpa kita sadari detik demi detik. Tanpa sadar, hari yang
telah kita lewati justru mendekatkan kita pada kematian.
Kematian
itu pasti terjadi. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Tak ada yang
tahu kapan kita akan mati dan tak ada yang dapat menunda kematian kita
sedetikpun. Kematian selalu datang mendadak dimanapun dan kapanpun itu. Kecelakaan,
penyakit, atau bencana, itu semua hanyalah sebab-sebab yang dapat mengungkap
takdir seseorang. Sebagai contoh, ketika seseorang meninggal karena kecelakaan.
Kecelakaan hanyalah sebab yang mengantarkan pada takdir kematiannya. Dimanapun orang
tersebut, ketika tiba ajalnya dia tetap akan meninggal meskipun tidak melalui
kecelakaan tersebut.
Kematian
adalah pelajaran. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik dari peristiwa
ini. Salah satunya yaitu kesadaran tentang arti kehidupan dan kematian. Kita dilahirkan
sendiri maka kita pun akan kembali seorang diri. Oleh karena itu, kita pun
harus mempersiapkan semuanya seorang diri untuk bekal di akhir nanti.


0 komentar:
Posting Komentar