Minasan, O
genki desuka
Semoga
jawaban kalian semua genki desu ya… ^_^
Kali ini
topik kita adalah marah. Marah merupakan suatu hal yang natural bagi setiap
manusia. Ketika marah, ada orang-orang yang bisa mengendalikannya, namun ada
pula yang belum bisa (kalau belum, berarti bisanya nanti kan J). Nah, bagi
orang-orang yang mampu mengendalikan amarahnya, mereka akan mencoba sabar dan
tersenyum dalam menghadapi masalah itu. Yah, tentu sangat sulit ketika
seseorang harus tersenyum padahal hatinya menangis. Atau bahkan, jiwanya
memberontak, tapi raganya berusaha untuk tenang seakan tak terjadi apa-apa.
Lantas
bagaimana dengan tipe orang yang kedua? Orang yang belum bisa mengendalikan
amarahnya tak jarangan ingin mencari sesuatu untuk dijadikan pelampiasan.
Seakan-akan barang yang ada dihadapannya harus dihancurkan. Atau, tubuhnya
sendiri yang ingin ia hancurkan. Jalan terakhir yang terpikirkan adalah mati.
Seakan-akan kematian adalah penyelesaian untuk masalah tersebut. Akhirnya
menyesal deh, (ya ialah penyesalan datang diakhir, kalau datang diawal bukan
penyesalan namanya tapi pendaftaran) hehehe J
Tenaaang,
tenaang,,, saya juga tahu bagaimana rasanya marah, jengkel, campur galau
tingkat local, nasional, bahkan internasional. Seakan-akan mau ditelan (jleb)
tuh orang yang bikin marah… tapi, untuk apa??? Untuk apa kita menyusahkan diri bahkan
membuang-buang waktu untuk marah. Toh, waktu kita terlalu berharga jika dibuang
percuma hanya untuk memikirkan hal-hal seperti itu.
Lantas,
bagaimana cara mengatasi marah???
Sebenarnya
bwaaanyaak banget cara mengatasi marah, salah satunya yaitu dengan menulis.
Yah, daripada menghancurkan barang, mending menulis. Coba buat tulisan sesuai
mood kamu deh. Tuangkan semua amarahmu lewat tulisan. Jangan berhenti menulis
sebelum semua yang ada di otakmu keluar melalui tulisan. Tulis aja,
teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss, jangan pikirkan mau salah atau benar
penulisannya.
Nah, dengan
begitu, kamu tak akan mengganggu ketenangan orang sekitar kan? Bahkan kamu
mendapatkan sisi positive dari kemarahan itu. Mungkin kamu bertanya, emang ada
sisi positive dari marah??? Ya, jelas ada, kalau kamu mau me-manage cara
marahmu. Salah satu sisi positifnya yaitu kamu bisa melatih kemampuan
menulismu. Tahu nggak, tak jarang, seorang penulis dapat menciptakan 4 tulisan
sekali duduk ketika ia sedang galau. Tulisanlah yang jadi tempat
pelampiasannya.
Ngomong-ngomong
soal marah, saya teringat kejadian kemarin ketika mata kuliah interpretation.
Bapak menjelaskan dengan penuh senyuman dan tawa (sudah kebiasaan beliau sih:
tak pernah lupa senyum pada orang lain), tapi mataku malah berkaca-kaca.
Mungkin ini sedikit lucu dan mengherankan, tapi jujur, penjelasan bapak sangat
memotivasi dan menyentuh. Ternyata teman-teman sekelas juga merasakannya. Beliau
membahas tentang senyum dan marah. Satu hal yang perlu di garis bawahi dari
penjelasan bapak, SMILE EVERYDAY AND ENJOY YOUR LIFE. Mungkin senyum adalah hal
sepele bagi segelintir orang, tapi ketika kita tersenyum dengan ikhlas, sedikit
demi sedikit, marah itu akan terkikis.
Let’s smile and
start to write :D


0 komentar:
Posting Komentar